Rindu yang telarang

Sejauh aku berjalan,
Entah masa keberapa kulukiskan sebentuk hati
Rasanya seperti membayangkan saat pertama kali,
Hanya nama yang terucap beriring senyum
Jauh sebelumnya, aku dan...
kerinduan ku.
Kendati masing-masing hati tak lagi sendiri,
Adakah ini menjadi pembenaran atas tautan Rasa...?
Masihkah kemudian, Aku terjebak pada pusaran asmara...?
Rindu ini terlarang...

Komentar anda begitu berarti buat saya. Mohon tinggalkan satu atau dua kata yang bermanfaat untuk saya dan untuk kita semua.